DGTD.BIZ.ID - CEO Microsoft Satya Nadella melontarkan peringatan keras terkait masa depan kecerdasan buatan (AI). Ia mengajak seluruh industri untuk segera mengadopsi teknologi ini, sekaligus mengingatkan bahwa AI berisiko menjadi sekadar “gelembung” jika manfaatnya tidak dirasakan secara luas.
Dalam perbincangan dengan CEO BlackRock Larry Fink di ajang World Economic Forum, Nadella menekankan bahwa keberhasilan jangka panjang AI sangat bergantung pada penerapannya di berbagai sektor industri serta tingkat adopsi yang lebih merata, termasuk di negara berkembang.
“Agar AI tidak dianggap sebagai gelembung, manfaatnya harus tersebar lebih luas,” ujar Nadella, seperti dikutip dari Financial Times, Jumat (22/1/2026).
Menurut Nadella, salah satu indikator AI berpotensi menjadi gelembung adalah ketika nilai dan dampaknya hanya dinikmati oleh perusahaan teknologi, sementara sektor lain tidak merasakan transformasi nyata.
Meski demikian, Nadella tetap optimistis terhadap masa depan AI. Ia meyakini teknologi ini akan menjadi motor utama perubahan lintas industri. Sebagai contoh, ia menyebut perusahaan farmasi yang mulai memanfaatkan AI untuk mempercepat proses uji coba dan pengembangan obat.
