Huawei Mate X7 hadir sebagai penerus Mate X6 yang meluncur tahun lalu. Meski masih mengusung desain lipat bergaya buku, perangkat ini diklaim membawa sejumlah penyempurnaan, khususnya pada struktur bodi dan ketahanan layar.
Menurut perwakilan Huawei, aspek durabilitas menjadi fokus utama pengembangan Mate X7. Hal ini karena ketahanan perangkat masih menjadi pertimbangan utama konsumen saat memilih smartphone foldable.
Dari segi desain, Huawei Mate X7 tampil dengan bodi ramping. Ketebalannya hanya sekitar 4,5 mm saat dibentangkan dan 9,5 mm ketika dilipat. Dengan dimensi tersebut, perangkat ini tetap terlihat tipis baik saat digunakan sebagai smartphone biasa maupun ketika dibuka penuh layaknya tablet mini.
Tak hanya tipis, bobotnya juga relatif ringan di kelasnya, yakni sekitar 236 gram—lebih ringan 4 gram dibanding pendahulunya. Kombinasi desain ramping dan bobot ringan ini membuat Mate X7 diklaim tetap nyaman digenggam dan digunakan untuk aktivitas sehari-hari tanpa terasa bulky.
Peluncuran resmi pada 5 Maret nanti akan menjadi momen penting untuk melihat bagaimana Huawei memposisikan Mate X7 di pasar foldable Indonesia yang semakin kompetitif.

