Setelah melewati berbagai uji coba serta sejumlah penundaan, Artemis II kini dinyatakan siap. Roket Space Launch System (SLS) bersama pesawat ruang angkasa Orion telah dipersiapkan dan akan diberangkatkan dari Kennedy Space Center.
NASA menyebut Artemis II sebagai langkah penting menuju kembalinya manusia ke Bulan sekaligus fondasi untuk kehadiran jangka panjang di sana. “Ini merupakan upaya lanjutan menuju misi berawak Amerika Serikat ke permukaan Bulan, sekaligus menjadi dasar bagi kehadiran jangka panjang di Bulan yang akan membantu kami mempersiapkan astronot pertama AS ke Mars,” ujar NASA dalam pernyataannya.
Awalnya, misi Artemis II dijadwalkan meluncur pada 2024, dengan target keberangkatan November 2024. Namun jadwal tersebut beberapa kali mengalami perubahan, sempat diundur ke April 2026, sebelum akhirnya dipercepat dan direncanakan meluncur pada Februari mendatang.
Misi ini akan dipimpin oleh Reid Wiseman sebagai komandan. Ia akan ditemani oleh Victor Glover dan Christina Koch dari NASA, serta Jeremy Hansen, astronot dari Badan Antariksa Kanada. Selama sekitar 10 hari, para kru akan menguji berbagai sistem pendukung pesawat Orion dan melakukan perjalanan lebih dari 4.000 mil ke sisi jauh Bulan, wilayah yang tidak pernah menghadap ke Bumi karena terkunci secara gravitasi.
Di sisi lain, perlombaan eksplorasi Bulan semakin ramai. Badan Antariksa India (Indian Space Research Organisation/ISRO) sebelumnya telah berhasil mendaratkan wahana tanpa awak di wilayah kutub selatan Bulan. Sementara itu, SpaceX, perusahaan antariksa milik Elon Musk, juga terus mendorong misi ke Bulan, Mars, dan tujuan antariksa lainnya, menandai era baru eksplorasi luar angkasa yang semakin kompetitif dan ambisius.
