Perseteruan terbaru ini bermula dari unggahan Elon Musk yang memperingatkan pengguna agar berhati-hati, bahkan menyarankan untuk tidak menggunakan ChatGPT, dengan alasan menyangkut keselamatan dan potensi risiko bagi pengguna. Meski tidak merinci secara teknis, pernyataan Musk langsung memicu spekulasi luas, mengingat ia merupakan salah satu pendiri awal OpenAI sebelum hengkang dari perusahaan tersebut.
Tak lama berselang, Sam Altman, CEO OpenAI, memberikan respons yang dinilai cukup tajam. Altman membela ChatGPT dengan menegaskan bahwa layanan AI tersebut dikembangkan dengan pendekatan keselamatan yang ketat. Dalam balasannya, Altman justru melempar sindiran balik dengan menyinggung keselamatan fitur Autopilot milik Tesla, perusahaan kendaraan listrik yang dipimpin Musk.
Altman menyebut bahwa teknologi Autopilot Tesla telah dikaitkan dengan sejumlah kasus kecelakaan fatal, dan menilai sistem tersebut belum sepenuhnya aman saat pertama kali dirilis ke publik. Sindiran ini secara tidak langsung mempertanyakan konsistensi Musk dalam menilai aspek keselamatan sebuah teknologi.
Adu argumen ini bukan kali pertama terjadi. Hubungan Musk dan Altman memang telah lama memburuk sejak Musk meninggalkan OpenAI dan kemudian menjadi salah satu kritikus paling vokal terhadap arah perusahaan tersebut. Musk menilai OpenAI telah menyimpang dari visi awal sebagai organisasi nirlaba dan berorientasi pada keselamatan umat manusia, setelah beralih menjadi entitas dengan model bisnis komersial dan kemitraan besar dengan perusahaan teknologi raksasa.
Konflik keduanya juga tengah bergulir di ranah hukum. Musk saat ini diketahui menggugat OpenAI dan Sam Altman, dengan tuduhan bahwa perusahaan tersebut telah melanggar komitmen awalnya. Gugatan tersebut bahkan mencantumkan tuntutan ganti rugi bernilai sangat besar, yang disebut-sebut mencapai miliaran dolar AS.
Twitwar ini pun terjadi di tengah meningkatnya sorotan global terhadap keamanan dan etika pengembangan AI, termasuk kekhawatiran soal dampak sosial, keselamatan pengguna, hingga potensi penyalahgunaan teknologi canggih. Pertikaian terbuka antara dua figur sentral AI ini memperlihatkan betapa panasnya perdebatan soal masa depan kecerdasan buatan.
Hingga kini, baik Musk maupun Altman belum memberikan pernyataan lanjutan di luar platform X. Namun, adu sindiran ini menegaskan bahwa rivalitas keduanya bukan sekadar konflik personal, melainkan juga cerminan perbedaan pandangan mendasar tentang arah, kontrol, dan keselamatan teknologi AI di masa depan.
